Saturday, June 23, 2007

cathar bumi... (friendship)


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi, mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

cathar bumi ,,,, (lelaki sejati)


Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati?
Bunda menjawab,
Nak...
 Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, t
etapi dari sikap persahabatnya pada generasi muda bangsa ...
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja,
tetapi bagaimana dia menghormati orang lain ...
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami
persoalan...
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu..
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi keinginannya memahami wanita tersebut ...
 Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...
 Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

cathar bumi.... (arah)


Semalam aku memastikan kepada langit apakah dia benar-benar sudah berubah dan alasan kenapa dia berubah. Langit hanya menjawab tidak ada apa-apa, dia berkata bahwa dia hanya sedang pusing dengan ujian. Entahlah, aku tidak tenang mendengar jawaban seperti itu. Rasanya tidak mungkin, karena soal-soal ujian kemarin adalah tipe yang langit suka, jadi rasanya tidak mungkin bagi dia untuk merasa kesulitan berat. Kemudian aku bilang kepadanya, untuk mulai lagi dari awal, menganggap bahwa kita benar-benar seperti baru kenal lagi, from zero to hero, ya.. a kind like that… dia hanya diam….

Kemudian malamnya, aku otomatis tidak bias tidur, karena, aku merasa jawaban yang aku dapat belum memuaskan, lalu, sambil mendengarkan lagu evanescence, “my immortal”, dan peter pan , “tentang kita”, aku beranikan diri untuk menghubungi gunung, karena, dia juga pernah mengalami dan memiliki sifat yang sama dengan langit. Aku bercerita bahwa lagi2 aku melakukan kesalahan yang sama, seperti yang aku lakukan dulu, mungkin, aku meminta agar dia berterus terang, tentang pandangan dia sama aku, apa yang harus aku ubah, dan kenapa dulu dan sampai sekarang dia enggan untuk melihat bumi… dia pun diam juga..

Aku bingung..semakin bingung…aku ingin menemukan jawaban yang pasti, baik dari langit atau dari bumi,… selama ini, itulah yang aku cari.. jawaban dari pertanyaan-pertanyaan… kenapa? Kenapa mencari tempat berteduh, dan merasakan angin itu sulit? Kenapa mencari tempat yang menerima keberadaan kita ga mudah? Kenapa mendengarkan saja enggan? Kenapa ?

“Hidup ini punya, sejuta warna, tak hanya hitam putih, begitu adanya, apa yang kamu yakini sebagai sebuah kebenaran, mungkin bukanlah sebuah kebenaran buat yang lainnya,..”

“shine on… shine on,.. let’s make harmony.. for a better future….”
"Buat harmoni biar bumi ini, jadi lebih indah, untuk kita semua…"

Friday, June 22, 2007

cathar bumi yang terbuka ... (dont leave me....)


Temen2.. bumi ingin cerita sama kalian semua, kalau perlu ke 69 dari kalian,..

Kadang bumi iri sama kalian, punya temen setidaknya 2-3 orang yang deket, apalagi kalau melihat temen2 yang berkelompok,.. kemana2 bareng,.. saling Bantu, mengingatkan, kalau ada yang tertinggal dibawain, .. bukan bumi ingin selalu dibantu .. nggak,.. bumi seneng melihat adegan2 seperti itu, karena bumi melihatnya sangat tulus, dan bumi ingin itu… maaf kalo kata2 bumi salah, …

I wanna say that I hate alone here… but I’m scare to tell you, cause I’m afraid no body’s hear me….

Terlalu berlebih mungkin kalau bumi berharap bisa dekat dengan kalian semua,..

bumi ga bisa nulis apa2 lagi,…

“persahabatan berawal dari kepercayaan dan menjadi ikatan di hati…..”

cathar bumi yang terbuka....(wanna stay here?)


Hari ini bumi sedih banget..ujug-ujug aja,.. ga tahu kenapa… kemarin sempat ada sedikit insiden, aku sempat benci sama langit.. karena langit hanya memanfaatkan bumi, begitu bumi menyebutnya,.. tapi kata anak ayam, ga apa2 toh bumi yang dapat pahala dia yang dapat dosa,.. iya sihh, tapi, …

Terus, semalem bumi juga ga bisa belajar, kemarin kehujanan, pusing banget,.. ditambah aku emang sensi sama yang namanya hujan, antibodinya kurang, jadi kena hujan pasti demam, muka merah, duh ga enak banget ah kalo kehujanan…

Terus, dipikir2 kata anak ayam benar juga, berfikir positif saja, mungkin dia segan atau memang benar dia ada saat perlu saja….

Terus, lebih malem lagi, sms2an sama rumput liar, seneng bikin dia kesel, hehe… habis dia ujug2 sms aneh, ga aneh sih, bagus kok,…

Terus, agak lebih malem lagi deni sms langit, minta tolong dibangunkan jam 2/3-an, niatnya mau belajar, udah pasang alarm, 3 buah, tetep aja bablas.. capek, langit juga sama, dy juga ga bangun, .. atau mungkin dy lupa…

Terus, tadi ujian AZG, alhamdulillah 85% bumi bisa mengerjakan, meski ada yang lupa, ampe nanya angin, .. lebih baik dari ujian kemarin,..

Sehari sebelumnya ujian IBM, alhamdulillah lancer juga, terimakasih buat Bu Lilik, nasihatnya ngena banget….

Langit? Sudah pasti lancar, sepertinya,..
Terus, langit masih tertutup awan pagi, ..dy masih enggan membukakan pintu untuk bumi,…

Sembari jalan ke alhur, bumi mikir2 sebenarnya bumi sedih kenapa? Benar langit sedrastis itu berubah? Penyebabnya benar sesuai dengan yang bumi duga? Dipikir2 terus, sampai ga kerasa dah nyampe DAR fahutan, ..

Jawaban pun keluar, dari hati bumi, ternyata bumi Cuma terlalu mengiyakan dan memakai perasaan,… langit masih seperti dulu, hanya saja memang ada yang berubah, mungkin dy ingin juga bumi berubah, jadi mandiri, .. tidak cengeng lagi,…

Bumi seneng kalau memang kenyataannya seperti itu, setidaknya bumi meski tidak sedekat dulu, langit masih perhatian sama bumi,…

Terus, pas pulang dari beli makan di nasdang murah meriah, pas di depan DG 1, ada gunung,.. dia terlihat senang sekali,.. dia sepertinya mau makan siang atau mungkin ke kostsan temannya,..

Jarak bumi dan dia tidak terlalu jauh, 1-2 meter.. bumi ingin memanggil dia, karena dia juga sudah melihat bumi,.. tapi bumi ga berani… dalam hati bumi, ada rasa sakit, bukan sakit hati, sesuatu yang hilang tiba2,.. berakhir dengan lembaran kisah masa lalu,…

Bumi ingin cepat2 jalan, tapi kaki malah berjalan semakin lambat, ingin tersenyum, bibir bumi kaku,.. gunung pun berbelok ke gang Yusa, tepat saat bumi akan berpapasan dengan dia,..
Tuh kan mau beli makan,…
Tapi bumi salah, dia sengaja berbelok,.. T_T

Bumi ingin sekali bertanya, kenapa gunung sampai seperti itu? Dan sekarang jejak kamu diikuti langit,..

Bumi sudah tidak punya sandaran disini,.. salju sudah mencair, gunung pun sudah meletus, dan sekarang langit kian meninggi dan menipis,…

Mungkin kalian akan bilang bumi terlalu pesimis.. yah, mungkin, karena bumi memang merasa, selain mereka, no body cant understand me as well as them….

Kalau anak ayam tahu, dy pasti bilang, masih banyak orang2 yang sayang sama bumi, tapi dengan cara yang berbeda dan ga akan sama seperti salju, gunung dan langit,..

Anak ayam benar, bumi juga sudah mencoba untuk terbuka,.. tapi bumi tidak melihat ada pintu yang terbuka, kalaupun ada itu hanya sesaat,… bahkan sesekali saja…

Sampai sekarang, bumi juga masih mencari makna itu, namun hanya kehilangan terus yang bumi rasakan,..

Bumi,.. kangen sama kalian, temen2 SD (A,W,D,K), SMP (D), SMA (S), Kuliah (D?,B?,A?)

Sedikit yah,.. dulu di sekolah, baik SD, SMP atau SMA,.. bumi sangat supel, terkenal dengan kekonyolan, suka bercanda, baik hati (hehe..),

Teman banyak, namun lagi2 yang bisa sampai melihat sosok bumi hanya sedikit….

Awalnya bumi senang bisa menghibur temen2, senang melihat kalian tertawa,.. namun kenapa ga ada yang menghibur bumi saat bumi benar2 sedang butuh tempat untuk bersandar, tempat bercerita….

Semuanya jangan berfikir, bumi pamrih berteman dengan kalian semua, karena bumi ingin di dengar atau yang lainnya, nggak,..

Bumi tulus berteman dengan kalian semua, bahkan bumi ingin jadi teman yang benar2 teman bagi kalian,…

Itu tadi, bumi kadang miris, dengan keadaan bumi sendiri,..

When I need someone to hear me, no body’s hear me…

Minggu2 ini adalah puncak dari semuanya, mungkin,..
Kehilangan langit adalah hal yang membuat bumi sangat lemah, karena bumi sudah percaya, dan menitipkan harapan,…

I hope that you’ll be my best friend,…
But I’m false, I cant be a good friend for you.. cause I’m too weak, chldish, sensitive, etc..
I think, everybody will think like you.,..

Wednesday, June 20, 2007

the choice....

Ntah kapan bumi bisa benar2 melupakan langit, mungkin bagi kalian yang sudah tahu siapa langit, pasti heran kok bisa segitunya sih?? Biasa aja kali.. kayak ga ada yg lain… bumi juga sempat berfikir seperti itu, kenapa bumi terobsesi sama langit, gunung, salju….alasan yang sama yang ingin bumi ucapkan bahwa mereka pernah melihat bumi apa adanya, yang tidak semua makhluk bumi melbumikannya, mungkin bumi juga tidak melihatnya, padahal jauh di luar sana banyak yang melihat ku seperti itu….

Banyak saran yang bumi terima, dari angin, anak ayam, cats, panda cina, bintang 34, semuanya menyuruh bumi berhenti berharap, karena sesuatu yang dipaksakan akan sangat ga baik hasilnya,..

Bumi juga tidak tahu, selama ini, alasan bumi tetap bertahan adalah semata2 bumi yakin bahwa di dunia ini sahabat sejati itu ada…. Ga masuk akal banget yah??? Entahlah bumi juga bingung kenapa bumi bisa sampai seperti itu,… bumi sangat percaya…

Namun kenyataan mengatakan hal yang lain, tidak semudah yang bumi pikir ternyata,..dan semuanya menampar bumi dan seolah2 ingin bilang, “bangung pemimpi!!! Ga ada yang namanya temen sejati di dunia ini, itu Cuma dongeng!!!”

Bumi terhenyak, bumi ga bisa menerima itu begitu saja, bumi ingin buktikan kepada langit, gunung dan salju, semuanya…bumi punya sahabat sejati…. Ternyata bumi salah selama ini, mempercayai hati yang salah, hatiku sendiri, terlalu percaya pada cerita2 persahabatan, novel, puisi2 dan sejenisnya….

Ini dunia nyata Bung! Bangun !

Iya ini dunia nyata, dan di dunia nyata seperti ini, sesuatu yang sejati itu tidak ada, yang ada hanya fana..karena kesejatian itu hakikatnya hanya milik-Nya….

celoteku dengan angin dan anak ayam


Malam selanjutnya bumi kembali teringat langit, (diingat2 mulu yahh), ..lalu bumi melihat diri bumi sendiri, apa yang salah, yang seharusnya bumi lbumikan, lalu bumi mengirim pesan, ketiga orang, langit sendiri, anak ayam, dan angin berhembus,..

Bumi : malem!!! (Langit), (dut), (anak ayam), masih bangun ga? Bumi mau cerita nih, maaf ganggu belajarnya…(kira2 kaya gitu)

Angin : what’s up not? Not yet! Why? Please share with me, I’ll hear you, (gara2 baca MZG protein)

Anak ayam : apa sih….anak ayam ngantuk nih, seharian nyari mamah ayam, ga ketemu2,…kenapa? Cerita aja….

Bumi : makasih yahh…..bumi punya pertanyaan : “kenapa kadang kita ga bisa nerima kekurangan sahabat kita sendiri? Kenapa kita kadang ga mau ngehargain usaha teman kita sendiri?” I ask to them like that

Angin : mungkin dy belum dewasa untuk menyikapi persahabatan, dy masih butuh banyak pelajaran dalam hidupnya untuk bisa menerima kekurangan orang dan menghargai usaha orang…atau teman itu sebenarnya bukan teman, hanya orang yang ada saat kamu ada di atas…

Anak ayam : biar bagaimanapun, seorang sahabat juga punya kepentingan sendiri,,,mungkin menurut dy urusan ini lebih penting, tapi anak ayam yakin kok, sahabat itu akan selalu ada buat kita dengan cara yang ga pernah kita duga…

Bumi : kamu benar..tapi kenapa dy ga ngerti?? Bumi sdh ngejelasin kalau dulu, bumi melukai merkurius itu semata2 untuk langit,…buat dy bahagia…

Angin : dy butuh waktu kali buat ngerti, mungkin dy masih emosi, berdoalah supaya suatu saat dy sadar apa yang kamu lbumiin itu ternyata sangat berarti buat dia, yang penting niat kamu tulus melbumikan itu..

Anak ayam : setiap orang punya hati, nanti juga dy bisa mengerti kenapa sikap deni seperti itu, sekarang waktunya deni pasrah sama keadaan! Hidup ga selamanya sesuai sama keinginan kita…belajarlah menerima keadaan…

Bumi : iya, mungkin deni yang salah, berfikir pendek dengan melukai merkurius agar bisa lihat langit bahagia… hukuman dari yang di atas…makasih yah,..deni akan belajar buat menerima sekarang,..belajar lebih menerima.. nait!!

Anak ayam : biarkan hidup ini berjalan apa adanya, jangan memaksakan sesuatu yang diluar kemampuan kita, semua orang punya bagian masing2,..jangan pernah tbumit untuk menghadapi apapun, ok? Good night too..!

“mereka benar, bumi harus belajar menerima, dan bersabar, kelak langit pasti akan mengerti,..meski entah kapan, belajar dari ketulusan angin dan keyakinan anak ayam bahwa sahabat (tidak harus langit) siapapun itu, dia akan ada di saat dan dengan cara yang ga pernah kita duga…”